Kamis, 11 April 2013

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI


                Kehidupan bermasyarakat dan teknologi informasi sudah berevolusi dengan cepat seiring perkembangan zaman.Kita sering mendengar bahwa terdapat perbedaan pandangan mengenai bagaimana masyarakat dan jaringan teknologi informasi saling mempengaruhi antarasatu dengan yang lainnya.

                Menjadi seorang makhluk sosial, itu berarti kita harus belajar  apa saja perillaku yang diimplementasikan dalam kehidupan bersosial. Meningkatnya tren dunia digital dan interaksi sosial dan intelektual membuka kemungkinan cara-cara baru dalam mengumpulkan dan membuat informasi, yang dahulu tidak dapat dihubungkan.Jonathan Grudin (seorang pakar  di bidang computer-supported cooperative work) menjelaskan bahwa  seperti anak kecil yang lugu, teknologi informasi sering mengabaikan hal-hal penting yang bersifat kontekstual. Dan sering membuat orang-orang terjebak dalam situasi yang menyebalkan. Dia menyarankan jika kita terus menempatkan teknologi komputasi  ke dalam aspek  yang lebih pribadi dan sensitif dari kehidupan kita, kita juga harusmempertimbangkan bagaimana membuat teknologi informasi menjadi lebih canggih sesuai yang diharapkan masyarakat sosial, dan menjadi lebih canggih buat diri kita sendiri di dalam memahami  layanan yang diberikan oleh teknologi tersebut.

                Berry Wellmann (sosiolog dan pakar di bidang teori social network) menjelaskan bahwa bagaimana struktur  jaringan sosial berdampak pada cara kita berkehidupan dan bekerja. Dia memaparkan perpindahan masyarakat yang hierarkial menjadi masyarakat yang terbagi menjadi kelompok-kelompok yang di dalamnya terdapat anggota-anggota  (istilah lainnya komunitas).Dia menjelaskan istilah glokalisasi : Secara simultan bersifat global dan bersifat lokal. Wellmann menjelaskan bagaimana komunikasi melalui media komputer  memberikan kontribusi dalam transisi di dalam infrastruktur dan kebiasaan masyarakat sosial. 

                Dan saat ini, segala aspek kehidupan tersebut telah mampu berkembang dengan pesatnya, perkembangan tersebut beriringan pula dengan perkembangan masyarakat dari masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat modern, kemudian secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju ke arah globalisasi. Penyebab utama yang paling terasa pada perubahan tersebut adalah pada aspek Teknologi Informasi, contoh paling sederhana tentang hal ini adalah bila pada masyarakat yang masih tradisional dahulu dalam pencapaian informasi dari jarak yang jauh, tentunya memerlukan waktu yang sangat lama, karena proses pengiriman pesan masih sederhana yaitu surat-menyurat. Kemudain berkembang menjadi faksimile kemudian telepon dan sekarang pada tingkat yang lebih modern telah muncul telepon genggam dalam beragam jenis yang dilengkapi dengan fitur-fitur yang canggih.

                Tentu dengan kemajuan dari teknologi ini, dapat menyebabkan terjadinya perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya.Perubahan ini berdampak pada transformasi nilai-nilai yang ada di tengah-tengah masyarakat. Khususnya di Indonesia, negara yang memiliki adat dan budaya timur. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang kita anut. Kemajuan teknologi seperti televisi,telepon dan telepon genggam (HP), dan bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota melainkan kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan (pelosok).Akibatnya, segala informasi baik yang positif maupun negative dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dampak positif misalnya, kemudahan berkomunikasi jarak jauh melalui media telepon seluler atau dengan internet, mudahnya mendapat informasi yang luas dari internet , dan sebagainya. Hal negative yang ditimbulkannya yaitu banyaknya kasus penipuan di media online, pembobolan akun-akun penting, dan maraknya situs-situs pornografi yang dengan mudah dapat diakses.

PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI
                Secara harfiah teknologi berasal dari kata “texere” yang berarti menyusun atau membangun. Sedangkan Informasi berasal dari bahasa Perancis kuno “informacion” (tahun 1873) yang diambil dari bahasa Latin “Informationem” yang berarti “garis besar, konsep,ide”. Informasi merupakan kata benda dari “informare”  yang berarti aktivitas dalam pengetahuan yang dikomunikasikan.
               
 Dari pengertian kedua kata tersebut, pengertian dasar Teknologi Informasi adalah menyusun data yang telah diolah untuk mengambil  suatu keputusan oleh penerima informasi tersebut.
                 
Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan :
  •         Lebih Cepat.
  •          Lebih luas penyebarannya, dan
  •          Lebih lama penyimpanannya.

                Zaman dahulu, manusia bertukar informasi melalui bahasa.Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain, tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu,jangkauan suara juga sangat terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan akan hilang sama sekali.

                Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar.Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikanpembuatnya. Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943.Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

                 Teknologi Informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses,mendapatkan,menyusun,menyimpan,memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Pada zaman modern yang semakin maju ini komputer telah mengalami evolusi sehingga sudah mencapai generasi kelima yang telah melahirkan generasi baru yaitu terjadinya penggabungan antara Teknologi Komputer dan Komunikasi sehingga sering disebut sebagai Teknologi Informasi yang dibuat untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah dengan mudah dan cepat.

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI DARI ASPEK SOSIAL DAN PSIKOLOGIS
1.       Ketergantungan
Media komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh penggunanya.Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. Kita selalu menggunakan komputer sebagai media pelepasan stress dengan bermain game, browsing di internet , mendengarkan musik, menonton video atau film kesukaaan dan lain sebagainya. Namun ketergantungan ini dapat ditanggulangi atau diminimalisir dengan adanya bantuan lingkungan dan orang-orang sekitar kita, yang dapat menyadarkan pengguna addict tersebut dengan menawarkan kegiatan lain yang lebih menarik daripada yang ditawarkan oleh komputer. Serta memberikn movitasi untuk memperbanyak kegiatan di luar rumah (menyibukkan diri) seperti olahraga,travellingbersosialisasi dengan teman, maka akan lebih sedikit waktu yang dihabiskan di depan komputer.

2.       Violence and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak yang ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang berbau unsur sadistic. Studi eksperimental menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan komputer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permainan komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan.Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa games yang di mainkan di komputer memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibandingkan kekerasan yang ada di televisi atau bahkan di dalam kehidupan nyata sekalipun.
Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki kekurangan sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak, dan bisa mengakibatkan dorongan kepada anak untuk bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru adegan kekerasan tersebut).

3.       Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah.Dengan kemampuan penyampaian informasi luas yang dimiliki internet, pornografi pun bisa merajalela. Banyak situs-situs pornografi yang tersedia di internet, yang tentunya membuat para orang tua merasa resah dan khawatir anak-anaknya akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno.Gambar atau video porno tersebut, dapat mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk berbuat kriminal.
Ironisnya, ada situs-situs yang memang menjadikan anak-anak sebagai sasaran tembaknya. Mereka berusaha membuat situs yang kemungkinan besar memiliki  keterkaitan dengan anak-anak dan sering mereka kunjungi. Namun hal ini dapat diminimalisir jika si anak memiliki pengetahuan akan seks yang baik dari orang tuanya, serta mengenalkan internet berdasarkan manfaat dan tujuan penggunaannya. Orang tua juga perlu mengawasi dan mengontrol  anak-anaknya sejauh mana mereka menggunakan komputer dan internet.

4.       Antisocial Behaviour
Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah antisocial behavior.Dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya yang dapat menarik perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama kelamaan, seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menimbulkan dampak yang sangat buruk, yang mana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi.

Antisocial behavior dapat ditanggulangi dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk daripadanya dan mulai memperbanyak kegiatan di luar rumah dengan keluarga atau teman-teman, seperti olahraga bersama, traveling, hang out bersama teman, dll. Dengan begitu seseorang akan merasakan bahwa sosialisasi dengan sesamanya merupakan suatu kebutuhan utamanya selain kebutuhannya akan komputer.


SUMBER REFERENSI
http://pusatinfoelektronik.com/6100/dampak-teknologi-informasi/
http://fiqri007.student.umm.ac.id/2010/09/23/manfaat-perkembangan-teknologi-informasi/

Kamis, 28 Maret 2013

HASIL SURVEY PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Alhamdulillah,
Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang masih memberikan saya kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi berbagai proses survey, dimana proses survey ini cukup menyita tenaga, pikiran dan waktu saya. Oh ya, walaupun proses survey ini terkadang terasa membosankan, namun ada hal yang membuat saya sangat berbahagia, yaitu jumlah koresponden yang mencapai 50 orang (WOW !!! SESUATU YA) dan tentunya hal tersebut diluar dari target yang saya inginkan.

Nah, berkenanan dengan survey ini, saya ingin menceritakan hasil-hasil yang saya dapatkan. Dari berbagai macam jawaban yang diberikan oleh para koresponden, nampaknya memang merepresentasikan bagaimana sebenarnya yang ada pada dirinya. Untuk itu saya berikan aplaus untuk teman-teman koresponden yang mau memberikan jawaban dengan hati nuraninya (Cieee, awas naik kupingmu gara2 gua puji...hehehehehe).

Berikut ini beberapa hasil dari survey yang saya buat dari rentang tgl: 27/3/13 s.d 29/3/13 :

1.Bagaimana respon anda saat pertama sekali dikenalkan sebuah materi baru?

Tertarik                               30        (60%)
Biasa saja                           13        (26%)
Hanya sekedar ingin tahu      7         (14%)






2. Apakah anda dengan mudah menangkap pelajaran atau materi baru tersebut? 

Ya        29      (58 %)
Tidak   21      (42%)                                                                        





3.Apakah kondisi kelas yang ribut berpengaruh terhadap daya tangkap anda ?


Ya
43     (86%)
Tidak      7     (14%)





 
4 . Jika anda mengalami suatu masalah, apakah anda masih bisa berkonsentrasi di kelas?

Ya         11    (22 %)
Tidak    38    (78 %)







5. Jika anda tidak duduk didekat teman karib anda, apakah anda masih semangat dalam mengikuti pelajaran?

Ya       42      (86%)
Tidak   7       (14%)







6. Apakah anda orang yang lebih mengerti suatu materi jika membacanya sendiri daripada dibacakan oleh orang lain? 


  
Ya        39      (78%)
Tidak   11       (22%)






7. Apakah gaya mengajar dosen/guru anda berpengaruh terhadap semangat belajar anda?


 Ya          48      (96 %)
 Tidak      2        (4 %)







8. Apakah anda orang yang gemar mencatat hal-hal penting di buku catatan saat pelajaran/mata kuliah berlangsung?


 Ya         33     (66 %)
 Tidak    17     (34 %)







9. Lebih senang terhadap pelajaran Eksakta (IPA) atau Non-Eksakta (IPS) ?


Eksakta             34        (68 %)
Non-Eksakta     10        (20 %)
Tidak keduanya  6         (12 %)     






10. Menurut Anda, dimanakah tingkat kemampuan konsentrasi (fokus) Anda ?


Sangat Baik     2     (4 %)
Baik               30    (60 %)
Biasa aja        15    (30%)
Buruk             3      (6 %)
Sangat Buruk  0      (0 %)



Demikian survey tersebut saya buat, semoga survey ini dapat dijadikan bahan referensi dalam menentukan suatu metode pembelajaran, sehingga para akademis kita (terutama Mahasiswa) dapat menyerap ilmu yang dia dapatkan di lingkungan kampusnya secara maksimal. ^^

(Salam By : Sam'z)

Sabtu, 23 Maret 2013

TEORI BELAJAR


A. JUDUL DISKUSI
                Judul Diskusi : Penguatan Positif (Positive Reinforcement)

B. KELOMPOK DAN DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK.
            Kelompok :   4
Daftar Anggota  : 

C.  HASIL DISKUSI
                Dalam sebuah proses belajar, seorang manusia perlu menerima stimulus (rangsangan) yang dapat memicu perilakunya ke arah yang lebih baik atau bahkan sebaliknya ke arah yang buruk. Rangsangan-rangsangan inilah yang dianggap sebagai unsur yang penting, dimana sangat berpengaruh terhadap bagaimana responnya akan rangsangan yang diberikan.  Dan proses belajar yang meningkatkan  kemungkinan sebuah perilaku dengan memberikan atau menghilangan sebuah rangsangan ini disebut dengan penguatan (reinforcement).
                Teori penguatan (reinforcement) terbagi lagi menjadi penguatan positif dan penguatan negatif. Salah satu tokoh yang turut mengemukakan teori penguatan ini adalh seorang ahli psikologi behavioral yang bernama Burhuss Frederick Skinner. Nah, topik kali ini saya akan berfokus pada salah satu jenis penguatan yaitu, penguatan positif (positive reinforcement).

                Penguatan positif (positive reinforcement) adalah suatu rangsangan yang diberikan untuk memperkuat kemungkinan munculnya suatu perilaku yang baik sehingga respons menjadi meningkat karena diikuti dengan stimulus yang mendukung. Penguatan positif juga bisa diartikan sebagai suatu dukungan (support) terhadap suatu usaha atau perilaku yang berdampak positif terhadap hasil dari usaha yang dilakukan tersebut. Jadi, dengan kata lain dukungan atau rangsangan yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula. Sebagai contoh, seorang anak yang pada dasarnya bersifat pemalu, diminta oleh gurunya untuk maju ke depan kelas untuk menceritakan  sebuah gambar  yang dibuat olehnya sendiri.  Setelah anak tersebut membacakan ceritanya, guru memberikan pujian kepada anak tersebut dan teman-teman sekelasnya bertepuk tangan. Ketika hal tersebut berlangsung berulang-ulang, maka pada akhirnya anak tersebut menjadi lebih berani untuk maju ke depan kelas, bahkan bisa saja kemungkinan sifat pemalunya akan menghilang.

                Dari contoh diatas, sikap sang guru dan teman-teman sekelasnya merupakan suatu bentuk penguatan positif atas usaha yang dilakukan si anak tersebut. Dan hal tersebut berdampak positif terhadap mental si anak, sehingga anak tersebut terdorong semangatnya untuk melakukan hal positif serupa di kemudian hari.
                Selain dari contoh si anak tadi, rangsangan yang diberikan untuk penguatan positif dapat juga berupa hal-hal yang mendasar seperti makanan, minuman, dan kenyamanan secara pisikal. Selain itu, beberapa hal-hal lain seperti uang, persahabatan, cinta, pujian, penghargaan, perhatian dan kesuksesan karir juga dapat digunakan sebagai rangsangan penguatan positif.
                Saya sendiri sebagai seorang mahasiswa TI juga memiliki beberapa contoh konkret bentuk penguatan positif dan mungkin juga dialami oleh mahasiswa TI lainnya. Sebagai contoh, Dalam sebuah mata kuliah, seorang dosen meminta mahasiswanya untuk membuat sebuah sistem dengan requirement yang sesuai dengan keinginannya. Jika mahasiswa tersebut mampu membuat sistem yang kurang lebih sesuai dengan persyaratan yang diberikannya, maka mahasiswa tersebut sudah otomatis mendapatkan nilai yang tinggi. Nah, berdasarkan dari contoh tersebut yang merupakan bentuk penguatan positifnya adalah nilai tinggi yang otomatis akan didapat, dan tentunya dengan syarat jika mahasiswa tersebut berhasil membuat sebuah sistem yang kurang lebih sesuai dengan requirement yang diberikan oleh dosen tersebut.

                Jadi, kesimpulan yang dapat diambil dari topik tersebut adalah bahwa bentuk-bentuk penguatan terutama penguatan positif sangatlah berpengaruh terhadap kondisi perilaku seseorang. Bentuk penguatan positif inilah yang dapat memicu perilaku positif yang tentunya akan menghasilkan hasil yang positif pula.

D. Sumber Referensi
·         S.Feldman,Robert,Pengantar Psikologi (Undesrstanding Psychology), Salemba Humanika, Jakarta.

E. TESTIMONI DISKUSI KESELURUHAN
                Diskusi dari kelompok kami (kelompok 4) berjalan dengan lancar. Dalam diskusi kemarin, setiap anggota kelompok mencari bahan yang sesuai dengan kata kunci . Setelah itu, masing-masing anggota kelompok menyampaikan definisinya sendiri mengenai topik yang dibahas. Setelah setiap anggota menyampaikan definisinya masing-masing, kami membuat kesimpulan mengenai definisi topik tersebut.
Setelah mencatat beberapa hal penting, kami merangkum beberapa poin penting yang kami kumpulkan dalam satu slide (powerpoint).

Rabu, 20 Maret 2013

PERSEPSI DAN SENSASI



PERSEPSI DAN SENSASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

            Sebagai makhluk sosial, manusia pasti membutuhkan interaksi dengan manusia lainnya di dalam kehidupannya. Dalam berinteraksi dengan orang lain, tentunya banyak mengalami proses komunikasi antara diri kita dengan orang lain tersebut begitu juga sebaliknya. Dari proses komunikasi tersebut terdapat informasi yang kita tangkap secara stimultan. Proses inilah yang disebut dengan sensasi. Sedangkan proses memaknai sensasi yang ditangkap dalam komunikasi tersebut sehingga kita dapat memperoleh pengetahuan baru disebut dengan persepsi. Jadi, dengan kata lain persepsi itu mengubah sensasi menjadi sebuah informasi (pengetahuan baru).

            Pengalaman yang pernah kita dapat, yang tidak memerlukan penguraian secara verbal, simbolis maupun konseptual, dan yang berhubungan dengan kegiatan panca indra termasuk ke dalam sensasi. Sebagai contoh, pengalamanku ketika harus berhadapan dengan para senior yang memandangku dengan raut muka yang sinis, sensasi yang kurasakan adalah rasa bingung, dan sedikit bercampur kesal. Begitu juga ketika berinteraksi dengan teman yang belum mandi, sensasi yang kurasakan adalah bau badannya yang cukup menyengat.

            Sedangkan suatu proses aktif timbulnya kesadaran yang bersifat stimultan terhadap suatu obyek yang merupakan faktor internal dan eksternal yang dialami oleh individu meliputi keberadaan objek, kejadian dan orang lain melalui pemberian nilai terhadap objek tersebut termasuk ke dalam persepsi. Sejumlah informasi yang kita dapat dari luar mungkin tidak kita sadari, diabaikan atau mungkin sering disalahartikan. Faktor penginderaan manusia yang kurang sempurna merupakan salah satu faktor penyebab sering terjadinya kesalahan persepsi. Hubungan antara persepsi dan sensasi tentunya saling berkaitan. Sensasi merupakan bagian dari persepsi, tetapi didalam prosesnya sensasi dan persepsi berbeda. Kalau sensasi penerimaan stimulus lewat indera sedangkan persepsi yaitu menafsirkan stimulus yang terdapat di dalam otak.

            Setiap dari kita memiliki kemampuan berfikir, pengalaman-pengalaman (experiences) dari setiap individu tentunya tidaklah sama. Maka dalam melakukan presepsi dan menerima sensasi dari suatu stimulus, hasil persepsi dan sensasi mungkin akan berbeda antara individu yang satu dengan individu lainnya. Sebagai contoh, aku dan temanku bernama Hariadi pernah ikut dalam sebuah training motivasi. Dalam training tersebut ada terdapat sesi ketika pembicara mencoba melakukan hypnosis massal kepada seluruh audience-nya.  Selama hypnosis berlangsung, aku merasakan sensasi seperti benar-benar melakukan kegiatan sesuai dengan instruksi sang pembicara. Dan persepsi yang timbul dalam diriku adalah bahwa aku sedang melakukan sesuatu. Berbeda dengan temanku Hariadi, mungkin karena tidak fokus mendengarkan instruksi dari si pembicara atau juga berpikir ke hal yang lainnya, sensasi yang dia dapat tentunya berbeda malah dia tertidur di saat-saat akhir sesi hypnosis itu. Hal ini menunjukkan bahwa proses penerimaan sensasi dan penentuan presepsi dari setiap individu bisa berbeda.


            Kita sebagai manusia memang mempunyai respon terhadap sensasi dan persepsi yang berbeda antar satu dengan yang lainnya. Dan pada hakikatnya, setiap individu manusia memiliki suatu ciri khas yang membedakannya dengan yang lain. Manusia sebagai makhluk sosial yang sekaligus juga makhluk individual, maka terdapat perbedaan antara  individu yang satu dengan yang lainnya (Wolberg, 1967). Adanya perbedaan inilah yang antara lain menyebabkan mengapa seseorang menyenangi suatu obyek, sedangkan orang lain tidak menyukainya. Hal ini tergantung bagaimana individu tersebut menanggapi obyek tersebut dengan persepsinya. Pada kenyataannya, sebagian besar sikap, tingkah laku dan penyesuaian (adjustment) ditentukan oleh persepsinya.
           Hasil interaksi antara dua faktor, yaitu faktor rangsangan sensorik yang tertuju kepada individu atau seseorang dan faktor pengaruh yang mengatur atau mengolah rangsangan itu secara intra-psikis. Faktor-faktor pengaruh tersebut dapat bersifat biologis, sosial dan psikologis. Karena adanya proses saling mempengaruhi antara kedua faktor tersebut, maka terjadilah suatu hasil interaksi tertentu yang bersifat "gambaran psikis". Seperti yang terjadi pada beberapa anak muda di lingkungan sekitar rumahku, karena terobsesi menjadi seorang rocker, dia sering mendengarkan lagu bergenre rock. Proses ini juga merupakan proses yang merangsang sensoriknya, dan teman-teman yang dekat dengannya juga suka dengan genre music yang sama pula. Teman-temannya inilah sebagai faktor pengaruh terhadap gaya (style) rock yang dimilikinya. Otomatis, dengan adanya hubungan yang terkait dari dua faktor tersebut (rangsangan sensorik dan pengaruh) akan mencerminkan gambaran psikis pada dirinya.

            Gambaran psikis merupakan bentuk nyata yang diperlihatkan kepada orang lain, dan tentunya akan menimbulkan berbagai macam persepsi dari  banyak orang. Gambaran psikis juga bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai sisi psikologis seseorang.
Peran respon manusia dalam menerima sensasi dan menentukan persepsinya sangat berpengaruh terhadap pola perilakunya terhadap lingkungan sekitar. Oleh sebab itu, lebih bijak lagi kita sebagai manusia mampu untuk mengidentifikasi sensasi yang kita terima agar proses menentukan presepsi kita mengenai suatu obyek tidak menimbulkan masalah.

            Berkaitan dengan hal sensasi dan persepsi, pengaruh stimulus juga berpengaruh besar. Stimulus  adalah setiap sumber energi fisik yang menghasilkan respons pada organ penginderaan kita.  Stimulus bervariasi baik dalam hal tipe ataupun intensitas. Tipe-tipe stimulus yang berbeda mengaktifkan organ yang berbeda juga. Sebagai contoh, kita dapat membedakan stimulus cahaya (yang mengaktivasi indera penglihatan,sehingga kita dapat melihat warna dari sebuah pohon di musim semi) dari stimulus suara (yang, melalui indra pendengaran,membuat kita dapat mendengar suara dari pertunjukan musik).